Monday, January 22, 2007

Ciri2 Pengusaha Network Marketing

Ciri2 Pengusaha Network Marketing
Entrepreneur bukanlah bakat ataupun suatu sifat yang melekat dibawa sejak lahir. Dan juga bukan faktor keturunan. Pada prinsipnya sifat entrepreneur tersebut dapat dibentuk maka dia akan memiliki lima sifat pokok seorang entrepreneur di bawah ini.

A. Self-starter (Memicu diri)Ciri orang ini tidak hanya duduk, merenungkan dan memikirkan segala hal, dan tidak mengambil tindakan yang harus dilakukan. Melainkan memutuskan untuk melakukan tindakan dan melakukannya. Ciri orang ini punya motivasi kuat untuk bertindak dan melakukan segala sesuatu. Sebagai contoh, jika anda butuh memiliki website sendiri, tetapi punya penghasilan terbatas untuk membayar perusahaan pembuat web design yang akan membuat situs Anda. Seorang yang memiliki pemicu diri akan bekerja mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan web design. Akhirnya dia akan memiliki sebuat website yang telah dikembangkan sendiri. Salah satu ciri seorang yang pemicu diri adalah mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dan dapat menerima semuanya.

B. Self-motivated (Motivasi diri)Ciri ini punya banyak motivasi dan dorongan. Sebab setiap orang adalah individu yang unik. Lagipula motivasi seseorang berbeda dengan motivasi orang lain. Sebagai contoh motivasi Anda memulai sebuah home business adalah hanya untuk mendapatkan 500 - 1000 dollar perbulan atau 10 ribu - 20 ribu per bulan. Motivasi juga bisa hanya bekerja bisa mendampingi perkembangan anak atau mendapatkan penghasilan dari bekerja di rumah. Tingkat motivasi adalah sebuah ukuran yang tegantung pada tujuan dan tingkat komitmen. Berapa besar mimpi anda ?

C. Creative (Kreatif)Individu kreatif punya banyak ide besar. Mereka biasanya datang dengan ide-ide besar dan solusi pemecahan masalah. Banyak ide mereka sering menghasilkan dari cara mendengarkan dan mengamati pebisnis lain. Mereka fokus pada pemecahan masalah daripada bingung terhadap tantangan.Sebagai contoh, jika anda mempunyai anggaran iklan yang terbatas, Anda akan berusaha menemukan media iklan gratis yang tersedia atau mengatur bagaimana membuat iklan dengan dana yang terbatas. Ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda ketimbang mengeksploitasi program iklan Anda. Tapi dengan kreatifitas sendiri, anda akan mempunyai pengetahuan dari riset, baik melalui downline maupun melalui pakar penjualan. Ini akan memecahkan masalah dan menciptakan pendaptan tambahan.

D. Self Disciplined (Disiplin diri)Orang yang punya disiplin diri tidak hanya berdiri menghormati orang lain, dan mengatakan apa yang mereka katakan tentang apa, bagaimana dan kapan harus melakukan. Mereka tidak butuh seseorang yang mengatakan dirinya harus melakukan sesuatu. Mereka dapat menentukan apa yang harus dilakukan, kemudian menyusun waktu untuk melakukannya. Mereka tidak mudah berkecil hati. Mereka tidak mengartikan semua kesalahan sebagai tanda kegagalan, tetapi menerima dan menggunakannya sebagai alat belajar dan kebangkitan. Kalau sebuat bisnis mungkin gagal dan banyak yang gagal ketika pertama kali memulai sesorang yang mempunyai disiplin diri tidak akan menerima kegagalan. Mereka belajar dari kesalahan dan menggunakan sebagai landasan dari keberhasilan.

E. Self-Reliance (Kepercayaan diri)Orang yang punya kepercayaan diri adalah orang yang merdeka. Mereka tidak berpikir tentang pengorbanan saat belajar, sehingga memilih untuk melakukan tugasnya ketimbang tergantung pada orang lain untuk melakukannya. Ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka secara alami dan merasa senang mencari tahu tentang hal itu, bertanya dan meminta nasehat. Mereka mengakui bahwa tidak seorang pun mampu melakukan semua hal seorang diri dan tidak seorang mengetahui segala hal. Mereka biasanya mempunyai dukungan kuat dari jaringan, keluarga dan teman yang memberikan nasehat obyektif yang mereka butuhkan.Orang yang percaya diri, tidak selalu tetapi biasanya mempunyai keinginan untuk mengambil “risiko yang diperhitungkan”. Mereka berhati-hati menghadapi situasi sebelum menghadapi suatu hal.Mereka percaya bahwa sukses berada di tangan mereka. Mereka percaya seseorang dapat belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan. Sebaliknya bekerja keras untuk berhasil, menentang kepercayaan segala sesuatu adalah “suratan takdir”. Mereka terfokus pada keberhasilan ketimbang kegagalan. Mereka mencari sisi positif dari tantangan. Mereka tidak melihat dunia sebagai tempat dimana mereka dapat memberi dan menyumbangkan kontribusi.Sebagai seorang entrepreneur MLM, anda dapat beradaptasi. Anda dapat menemukan diri Anda sendiri dengan menggunakan berbagai cara : sebagai penjual, promosi, humas, motivator, sponsor, web master dan sebagainya. Anda tidak takut pada kesempatan, terbuka dan fleksible. Keberhasilan bisnis tidak hanya dibangun dalam satu malam, tetapi lewat usaha berkali-kali. Sebagai seorang entrepreneur MLM anda harus punya keinginan ekstra, tetap berusaha membangun organisasi bisnis yang berhasil. Anda mempunyai keinginan untuk mengambil tantangan kesempatan menjadi seorang leader.Keseluruhan dari semua ciri itu, seorang entrepreneur adalah seorang yang berpikir positif.

Kita semua dapat mengembangkan ciri-ciri kekuatan karakter tersebut.Artikel ini di copy dari Elite Team Marketing Artikel Member di Indonesia (M.LM Magazines)

Posting by:Ali Indradjit ....... Rencanakan Warisan anda pada hari pertama anda bekerja

Ciri2 Pengusaha Network Marketing


Entrepreneur bukanlah bakat ataupun suatu sifat yang melekat dibawa sejak lahir. Dan juga bukan faktor keturunan. Pada prinsipnya sifat entrepreneur tersebut dapat dibentuk maka dia akan memiliki lima sifat pokok seorang entrepreneur di bawah ini.

A. Self-starter (Memicu diri)Ciri orang ini tidak hanya duduk, merenungkan dan memikirkan segala hal, dan tidak mengambil tindakan yang harus dilakukan. Melainkan memutuskan untuk melakukan tindakan dan melakukannya. Ciri orang ini punya motivasi kuat untuk bertindak dan melakukan segala sesuatu. Sebagai contoh, jika anda butuh memiliki website sendiri, tetapi punya penghasilan terbatas untuk membayar perusahaan pembuat web design yang akan membuat situs Anda. Seorang yang memiliki pemicu diri akan bekerja mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan web design. Akhirnya dia akan memiliki sebuat website yang telah dikembangkan sendiri. Salah satu ciri seorang yang pemicu diri adalah mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dan dapat menerima semuanya.

B. Self-motivated (Motivasi diri)Ciri ini punya banyak motivasi dan dorongan. Sebab setiap orang adalah individu yang unik. Lagipula motivasi seseorang berbeda dengan motivasi orang lain. Sebagai contoh motivasi Anda memulai sebuah home business adalah hanya untuk mendapatkan 500 - 1000 dollar perbulan atau 10 ribu - 20 ribu per bulan. Motivasi juga bisa hanya bekerja bisa mendampingi perkembangan anak atau mendapatkan penghasilan dari bekerja di rumah. Tingkat motivasi adalah sebuah ukuran yang tegantung pada tujuan dan tingkat komitmen. Berapa besar mimpi anda ?

C. Creative (Kreatif)Individu kreatif punya banyak ide besar. Mereka biasanya datang dengan ide-ide besar dan solusi pemecahan masalah. Banyak ide mereka sering menghasilkan dari cara mendengarkan dan mengamati pebisnis lain. Mereka fokus pada pemecahan masalah daripada bingung terhadap tantangan.Sebagai contoh, jika anda mempunyai anggaran iklan yang terbatas, Anda akan berusaha menemukan media iklan gratis yang tersedia atau mengatur bagaimana membuat iklan dengan dana yang terbatas. Ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda ketimbang mengeksploitasi program iklan Anda. Tapi dengan kreatifitas sendiri, anda akan mempunyai pengetahuan dari riset, baik melalui downline maupun melalui pakar penjualan. Ini akan memecahkan masalah dan menciptakan pendaptan tambahan.

D. Self Disciplined (Disiplin diri)Orang yang punya disiplin diri tidak hanya berdiri menghormati orang lain, dan mengatakan apa yang mereka katakan tentang apa, bagaimana dan kapan harus melakukan. Mereka tidak butuh seseorang yang mengatakan dirinya harus melakukan sesuatu. Mereka dapat menentukan apa yang harus dilakukan, kemudian menyusun waktu untuk melakukannya. Mereka tidak mudah berkecil hati. Mereka tidak mengartikan semua kesalahan sebagai tanda kegagalan, tetapi menerima dan menggunakannya sebagai alat belajar dan kebangkitan. Kalau sebuat bisnis mungkin gagal dan banyak yang gagal ketika pertama kali memulai sesorang yang mempunyai disiplin diri tidak akan menerima kegagalan. Mereka belajar dari kesalahan dan menggunakan sebagai landasan dari keberhasilan.

E. Self-Reliance (Kepercayaan diri)Orang yang punya kepercayaan diri adalah orang yang merdeka. Mereka tidak berpikir tentang pengorbanan saat belajar, sehingga memilih untuk melakukan tugasnya ketimbang tergantung pada orang lain untuk melakukannya. Ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka secara alami dan merasa senang mencari tahu tentang hal itu, bertanya dan meminta nasehat. Mereka mengakui bahwa tidak seorang pun mampu melakukan semua hal seorang diri dan tidak seorang mengetahui segala hal. Mereka biasanya mempunyai dukungan kuat dari jaringan, keluarga dan teman yang memberikan nasehat obyektif yang mereka butuhkan.Orang yang percaya diri, tidak selalu tetapi biasanya mempunyai keinginan untuk mengambil “risiko yang diperhitungkan”. Mereka berhati-hati menghadapi situasi sebelum menghadapi suatu hal.Mereka percaya bahwa sukses berada di tangan mereka. Mereka percaya seseorang dapat belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan. Sebaliknya bekerja keras untuk berhasil, menentang kepercayaan segala sesuatu adalah “suratan takdir”. Mereka terfokus pada keberhasilan ketimbang kegagalan. Mereka mencari sisi positif dari tantangan. Mereka tidak melihat dunia sebagai tempat dimana mereka dapat memberi dan menyumbangkan kontribusi.Sebagai seorang entrepreneur MLM, anda dapat beradaptasi. Anda dapat menemukan diri Anda sendiri dengan menggunakan berbagai cara : sebagai penjual, promosi, humas, motivator, sponsor, web master dan sebagainya. Anda tidak takut pada kesempatan, terbuka dan fleksible. Keberhasilan bisnis tidak hanya dibangun dalam satu malam, tetapi lewat usaha berkali-kali. Sebagai seorang entrepreneur MLM anda harus punya keinginan ekstra, tetap berusaha membangun organisasi bisnis yang berhasil. Anda mempunyai keinginan untuk mengambil tantangan kesempatan menjadi seorang leader.Keseluruhan dari semua ciri itu, seorang entrepreneur adalah seorang yang berpikir positif.

Kita semua dapat mengembangkan ciri-ciri kekuatan karakter tersebut.Artikel ini di copy dari Elite Team Marketing Artikel Member di Indonesia (M.LM Magazines)

Posting by:Ali Indradjit ....... Rencanakan Warisan anda pada hari pertama anda bekerja

http://www.dbc-asset.com


Thursday, June 15, 2006

Soekardjo Isnomo....in memory

Seuntai embun di ujung rumput...
Pucuk menjulai urung menjumput...
Soekardjo Isnomo dalam kenangan...
Menantang kemenangan.....
Wujud sosok jantan sejati...
Prinsip dipatok harga mati...
Sekali melangkah tak tersurut...
Tegar pantang menekuk lutut...
Ibarat lilin membakar diri...
Sampai tiba saat diakhiri...
Kala nyala api dipadamkan...
Tak lagi pancarkan kehidupan...
Seperti sungai mengalir jauh...
Akhirnya juga mencapai laut...
Selamat jalan saudaraku......

Wim Dompas
Manado, 27 Mei 2006


Langkahnya menjadi jejak
Jabat eratnya bawa harapan
Tuturnya Terukir Makna
Bayangannya Pun Melindungi
Kini....
Gurat Senyum Penuh Maaf itu Tinggal Kenangan
Semoga Allah SWT memberi tempat yang mulia
bagi Almarhum Soekardjo Isnomo atas segala
keikhlasan beliau meninggalkan makna di dunia ini...
Amin...

Jakarta, 27 Mei 2006,
Dian Korompot

Monday, June 13, 2005

Prepare For a New Business or Industry

Apa kiatnya Ray Gilmartin, Pemimpin Merck untuk masuk ke Industri, Bisnis or Pekerjaan bagu? :.

"Know and Develop Yourself"
Sebelum mengenal dan mempelajari bisnis tersebut, terlebih dahulu Anda perlu mengenal diri sendiri.

Kenali nilai. Nilai-nilai yang Anda anut berfungsi seperti kompas bagi segala tindakan dan keputusan yang Anda ambil. Jadi, Anda perlu mengenal apa nilai-nilai yang Anda anut (misalnya: kemanusiaan, kejujuran, kerja keras). Jika dihadapkan pada dilema dalam mengambil keputusan, nilai-nilai ini akan menjadi acuan utama. Jika Anda telah mengenal nilai-nilai pribadi Anda dan telah sejalan dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan dan tim kerja Anda, maka pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan lebih lancar. Hubungan kerjapun akan menjadi lebih kompak dan harmonis.

Kenali SWOT. Setelah menggali ke dalam, Anda perlu melihat kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), kesempatan yang mungkin Anda raih (opportunity) dan tantangan yang harus Anda hadapi (threat/challenges). Identifikasi dan kenali dengan baik keempat area ini agar Anda bisa memutuskan langkah pengembangan diri dan team yang harus Anda lakukan.

Kembangkan Diri. Sehandal apa pun Anda, seberapa banyak pun pengetahuan yang Anda miliki, selalu saja ada kesempatan yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan diri karena dunia berubah dengan cepat, pengetahuan berkembang, teknologi cepat berubah. Jadi, jangan pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri. Pengembangan diri bisa dilakukan dalam berbagai cara:
-.Membaca, Berdiskusi dengan teman seprofesi maupun dengan orang lain dari industri yang berbeda , mengikuti pelatihan, seminar dan workshop, ataupun sekedar melakukan pengamatan lingkungan (observasi) dan riset. Nah, Anda tinggal memilih kombinasi mana yang paling tepat untuk Anda. Pastikan bahwa Anda terus berkembang.


"Know and Develop Your People"
Sulit bagi seseorang untuk meraih sukses dengan upaya sendiri. Untuk
itu diperlukan bantuan banyak orang lain. Nah, siapa yang bisa
membantu Anda dan apa yang bisa mereka bantu?

Belajar dari mereka. Terlebih dahulu Anda perlu mengenal orang-orang yang akan Anda ajak bekerja sama. Orang-orang ini perlu Anda kenal dengan baik. Untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda, terlebih dahulu Anda perlu belajar dari mereka: bertanya apa yang menjadi kepedulian mereka, berdiskusi mengenai cita-cita dan tantangan yang mereka hadapi, ataupun meminta pendapat mereka.

Beri mereka kesempatan belajar. Dari hasil diskusi dan pengenalan dengan orang-orang yang akan Anda ajak bekerja sama, Anda bisa mengenal mereka lebih jauh untuk menentukan apa yang mereka perlukan untuk mengembangkan diri. Bekerja dengan karyawan yang handal akan memudahkan pekerjaan Anda. Anda tinggal memberi pengarahan dan melakukan monitoring, sementara Anda bisa mengerjakan hal-hal lain untuk mengembangkan perusahaan lebih lanjut.

Bekerja sama dan saling menguatkan. Selanjutnya kita bisa melanjutkan kerja sama dengan mereka dan saling menguatkan. Dalam sebuah kerja sama kedua pihak perlu merasa mendapat keuntungan (win-win). Jadi, pastikan bahwa dalam kerja sama Anda bisa mengoptimalkan kontribusi rekan kerja terhadap kerja sama. Sebaliknya, Anda juga perlu membuat rekan kerja melihat dan menyadari bahwa dengan bekerja sama dengan Anda, mereka memang mendapat manfaat.

"Know and Develop Your Businesses"
Setelah perangkat utama disiapkan (pengenalan dan pengembangan diri sendiri dan orang lain), perangkat berikutnya yang perlu mendapat perhatian adalah usaha yang akan Anda jalankan.

Tentukan tujuan. Setiap usaha didirikan tidak semata-mata untuk tujuan financial, tetapi yang lebih penting dari itu. Para Pemimpin Bisnis besar yang perusahaannya bisa bertahan puluhan tahun bahkan ratusan tahun ternyata memiliki tujuan bisnis yang lebih berharga dari uang. Mereka berpendapat, jika tujuan bisnis lebih mulia dari uang, maka selain tujuan bisnis akan diperoleh, uang dengan sendirinya juga akan mengikuti. Tujuan ini mereka komunikasi secara intensif pada mitra kerja mereka sehingga mitra kerja yakin bahwa secara bersama bisa meraih tujuan tersebut.

Susun Master Plan. Tujuan bisnis yang telah ditetapkan bisa dijadikan pedoman untuk menyusun master plan untuk bisnis yang akan dijalankan dan dikembangkan.

Susun prioritas. Dalam pengembangan bisnis memang banyak hal yang harus dilakukan, tetapi tentunya akan sulit melakukan semuanya secara bersamaan. Untuk itu perlu disusun prioritas agar bisa lebih fokus. Dengan fokus yang tepat, energi, dan sumber daya bisa lebih diberdayakan untuk hasil yang lebih optimal.

Posting by Ali Indradjit,
Dini Business Chain

Monday, February 14, 2005

Hedging Via Forex Trading

PT. Ali Aromaterapi sedangkan memikirkan Financial Risk Managementnya untuk menghadapi
Financial Exposurenya selama tahun 2005.
Hutang PT Ali akan jatuh tempo sebesar USD 100,000 pada September 15 2005.Pada tanggal 14 Februari 2005 Kurs US$ adalah USD 1 = Rp. 9200,-. Dengan tingkat operasional yang cukup baik pada saat ini, Cash Flowuntuk 6 bulan ke depan dianggap cukup memadai untuk membayar hutang tersebut.Kondisi Perekenomian between Indonesia dan Amerika cukup sulit di prediksi,mengingat dinamikanya perekenomian Dunia saat ini. PT. ALI tidak mau berspekulaiatas fluktuasi kurs IDR/USD
Apakah yang harus di lakukan PT Ali ?? Ada dua pilihan yang di berikan Penasehat Investasinya PT ALI, yaitu PT. NOOR:
1. Tabung dan depositokan uang sebesar USD 16,000 per bulan selama 5 bulan dan US$ 20,000 pada bulan ke enam untuk mencukupi us$ sebesar USd 100,000
Dengan melakukan Dollar Cost Averaging ini, maka PT. ALI akan mentransfer risiko mata uangnya dengan cara membagi rata ke Monthly Cashflownya, sehingga didapat rata2 Kurs selama 6 bulan tersebut.
2. PT ALI melakukan Hedging tanggal 15 February di Forward/Future Market dengan cara melakukan Long/Beli USD 100,000 seharga Rp. 9200 dengan Margin USD 10,000 dan Risk Management sebesar USD 20,000 --> jadi Fund yang dipersiapkan adalah 30% dari total exposure yang akan dihadapi September mendatang. Sebagai catatan bahwa PT ALI merasa nyaman dengan kurs 9200 (jangan lebih) ditinjau dari Kondisi keuangan Perusahaan baik liquiditasnya maupun Profitabilitasnya.
Pada 1 - 15 September 2005, PT ALI harus meliquidasi posisi beli/longnya tersebut dengan cara melakukan jual/Covering Short di Futures/Forward Market. Sementara itu pada waktu yang bersamaan, dia harus Melakukan BELI USD 100,000 dan langsung membayar Hutangnya.
Dengan melakukan hedging tersebut, maka PT. ALI akan mentransfer Financial Risknya kepada Lawan Transaksinya (Bank dengan Investment Portfolionya yang besar, asumsi bahwa Bank tersebut adalah bank yang profesional dalam mengelola Portfolionya, jadi tidak hanya satu transaksi saja) atau Individual/Institusional Trader or Hedger yang bertransaksi di pasar futures. Ada tiga consideration yang dipikirkan oleh PT ALI untuk menanggapi sara PT. NOOR.
1. Bagaimana mekanismenya yang efficient dan effective (untuk kedua alternative)2. Liquiditas/Cashflow per bulannya.3. Financial Risk Managementnya4. Apakah saran ini merupakan Business Solution or ..... Business Speculation.5. Tidak menanggapi PT NOOR, stay and do business as usual and try to speculate the Forex Market and berharap bahwa Pada bulan September ... kursnya tidak melebihi 9200.?.?

Sekian,

Norik Indradjit

Thursday, November 18, 2004

Bursa Berjangka Jakarta by Don Rico Menayang

BI, Komoditas Jumat, 17/09/2004

BBJ drakula atau pahlawan?

Betapa ironisnya perjalanan hidup PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Kelahirannya dahulu ditunggu-tunggu semua pihak bagaikan seorang bayi pahlawan yang akan membawa jawaban, atas kebutuhan perekonomian nasional dan ekonomi kerakyatan. Saat ini, perlahan-lahan BBJ justru menjelma menjadi remaja vampire, penghisap darah berupa dana marjin masyarakat yang gemar spekulasi melalui pialang gelap. Ini mengingatkan saya pada sebuah film berjudul Blade yang dibintangi Wesley Snipe. Si Blade yang dilahirkan hasil hubungan drakula dan manusia berpenampilan sebagai manusia, mempunyai kekuatan supranatural drakula. Sebagai manusia dia mempunyai tabiat yang baik, namun karena turunan drakula maka dia tetap memiliki keinginan menghisap darah manusia. Keadaan ini menyebabkan dia sesekali harus bertarung melawan keinginannya sendiri yang berkecamuk di dalam jiwanya untuk melawan hukum, ya menghisap darah manusia itu. Kelahiran BBJ pun, sejauh yang secara pribadi dapat saya ikuti dari dekat dan cermati, mirip dengan alur film tersebut.

Kelahirannya sudah lama dinantikan oleh pemerintah, pelaku pasar, petani, pedagang dan prosesor semenjak awal 1990-an. Pada akhirnya terwujud saat DPR mengundangkan UU No.32 tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, yang disusul pendirian badan usaha BBJ pada 19 Agustus 1999, untuk beroperasi akhir 2000. Maka harapanpun merekah bahwa bayi BBJ akan mampu menunjang program ekonomi kerakyatan dalam rangka Indonesia bangkit secara ekonomi dengan mengandalkan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian dan budi-daya lainnya. Itu berarti komoditas-komoditas yang perdagangkan di BBJ seharusnya adalah komoditas yang terkait secara langsung, riil dan kongkrit dengan dunia usaha di Indonesia.

Daftar komoditas-komoditas tersebut ada pada Kepres No.119/2001, yakni kopi, minyak sawit, plywood, karet, kakao, lada, gula pasir, kacang tanah, kedelai, cengkeh, udang, ikan bahan bakar minyak, gas alam, tenaga listrik, emas, batubara, timah, pulp dan kertas, benang, semen dan pupuk. Namun sekarang, BBJ lebih memfokuskan diri pada perdagangan kontrak-kontrak asal luar negeri yang tidak ada hubungannya dengan perekonomian nasional, apalagi ekonomi kerakyatan. Bila menyimak transaksi yang terjadi di BBJ maka kontrak indeks Nikei, Hang Seng, Forex, dan kontrak-kontrak yang diperdagangkan bursa-bursa lain di luar negeri sajalah yang menguasai perdagangan di BBJ, lebih dari 90%. Sedangkan kontrak-kontrak komoditas asal Indonesia yang semuanya berjumlah 22 komoditas yang sudah ada Keppres-nya justru tidak diperdagangkan (kecuali Olein) Kontrak Olein dalam satu hari hanya mencapai rata-rata 50 lot per hari (11,4%) dibandingkan kontrak-kontrak indeks dan valas rata-rata 3.700 lot per hari.

Betapa ironisnya bahwa kontrak minyak sawit tidak berjalan lancar di BBJ, padahal dari pemegang saham BBJ yang berjumlah 29 entitas tersebut, 11 entitas atau mayoritas terbesar adalah dari kalangan pemilik perkebunan sawit, produsen CPO, dan prosesor minyak goreng.

Hambat GCG? Apakah ada pihak-pihak, termasuk kalangan internal seperti pemegang saham, yang membentuk konspirasi dengan misi justru membendung agar jangan sampai kontrak-kontrak tersebut diperdagangkan di BBJ? Bila kontrak-kontrak itu diperdagangkan di BBJ maka perdagangan memang menjadi transparan, memperkecil kemungkinan korupsi, mencuatkan isu penggelapan pajak, dan menunjang prinsip Good Corporate Governance.

Semua hal-hal baik tersebut yang justru sangat dibenci oleh orang-orang beritikad kurang baik yang punya 'agenda' tersembunyi. Yang paling tragis adalah BBJ mengambil jalan pintas dengan menjadikan perdagangan indeks saham dan valuta asing (valas), sebagai komoditas andalan, dengan mengesampingkan sama sekali komoditas pertanian. Hal ini merupakan pelanggaran serius atas Pasal 3 UU No.32/97 yang berbunyi, "Komoditas yang dapat dijadikan subjek Kontrak Berjangka ditetapkan dengan Keputusan Presiden". Indeks saham dan valas serta beberapa komoditas asing lainnya belum ada Keppresnya.

Komoditas-komoditas tersebut kerap dikemas dalam bentuk perdagangan marjin oleh para pialang ilegal atau pialang nakal dalam menjaring calon nasabahnya. Hingga saat ini sudah ada paling tidak 766 terjerat kasus pelanggaran UU No.32/1997 dilaporkan oleh masyarakat yang merasa dirugikan, 66 diantaranya sedang diproses, 5 sudah dimajukan ke kantor kejaksaan, dan 2 sudah divonis di pengadilan. Tindakan pelanggaran tersebut semuanya menggunakan modus operandi transaksi marjin valas, indeks dan komoditas pertanian asing seperti kapas, kacang merah, kacang kedelai, kakao atau lainnya. Permainan ini sekarang dilakukan oleh sebagian pialang anggota BBJ. Sebagian besar pialang ilegal yang tadinya bermain di pasar gelap sekarang telah resmi menjadi anggota BBJ, yang memfasilitasi kegiatan ini padahal dengan kondisi saat ini BBJ belum siap mengontrol risikonya, apalagi mengelola risikonya. BBJ memfasilitasi perdagangan margin indeks dan valas ini dengan mendapatkan fee, sehingga tatkala pialang anggota BBJ ada yang nakal sehingga ada pihak yang tertipu maka BBJ otomatis akan menjadi pihak yang membantu terjadinya penipuan tersebut. Menerima fee dari anggota bursa untuk kegiatan di grey area seperti itu dapat dilihat seakan menerima uang sogokan dari anggota bursa.

Bila pialang anggota BBJ dituduh sebagai bandar, maka BBJ bisa dituduh sebagai bandar besar. Bila pialang nakal diandaikan sebagai drakula penghisap darah nasabah korbannya, maka BBJ kebagian darah nasabah yang menjadi korban penipuan pialang nakal tersebut. Kontrak-kontrak grey area tersebut tidak memenuhi kriteria sebagai kontrak futures yang sudah ada Keppres-nya, dan tidak juga merupakan kontrak fisik sehingga bisa memenuhi persyaratan UU No. 32/97 Pasal 3. Es tipis Bisa dibayangkan, betapa BBJ sedang berjalan di atas es yang sangat tipis (walking on the thin ice) karena risiko sistemik yang berdampak pada fluktuasi kurs bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Data Bank for International Settlement menunjukkan perdagangan cross-currency dunia yang pada 1989 hanya US$ 650 milyar, pada 1992 menjadi US$ 1,3 triliun, dan 2002 sudah mencapai US$ 2,2 triliun.

Apakah dunia usaha valas di Indonesia yang terdiri atas pialang-pialang anggota BBJ serta nasabahnya mampu menerima "hantaman" gelombang besar dampak fluktuasi kurs cross currency tersebut jika itu terjadi? Siapa yang akan bertanggung jawab? Apakah peraturan perundang-undangan yang ada cukup untuk dipakai mempertanggung jawabkan diri di depan masyarakat yang dirugikan? Ingat era akhir 1980-an ketika George Soros menggempur poundsterling sampai Bank of England kelimpungan? Atau era 1990-an pada waktu grup Robert Kuok meng-corner pasar CPO di Malaysia sehingga terjadi gagal serah gagal bayar massal? Atau Nick Leeson yang menghancurkan perusahan berumur seratus tahun lebih Barings Inc? Empat tahun berjalan sudah semenjak BBJ beroperasi, mungkin dapat diandaikan BBJ telah beranjak dari bayi memasuki usia remaja. BBJ tahun ini telah mencapai BEP, berarti telah mampu berdiri diatas kaki sendiri. Memang keperkasaan BBJ yang berpotensi menjadi katalis pembangunan nasional juga tidak bisa dipungkiri, jadi pertanyaannya, bagaimana kita bisa mengarahkan BBJ kedepan untuk kepentingan perekonomian nasional.

Apakah kita akan membiarkan BBJ bertumbuh menjadi seorang drakula atau manusia berbudi luhur penegak kebenaran, seperti dalam film Blade? Seperti pertanyaan Alfred Steinherr, seorang penulis buku soal dunia derivatif, Is it Beast or Beauty? dalam buku-nya berjudul Derivatives, The Wild Beast of Finance.

Oleh
D.Rico Menayang Pemerhati Pasar Keuangan dan Komoditas

Posted by
Ali Indradjit
http://www.Perwarisan.com
http://www.dbc-asset.com

SKEMA PIRAMIDA

PIRAMIDA – Argumentasi Sistem yang Tidak Fair

Mengapa kami mencoba menulis tentang Sistem Piramida dalam Bisnis?

“Buying Time With Financial Freedom” Salah satu peluang untuk mendapatkan hal tersebut adalah dengan mengikuti Bisnis dengan Skema Network Marketing.

Di Indonesia sudah mulai banyak orang ingin memiliki penghasilan yang besar dan memiliki waktu yang cukup untuk menikmati penghasilan tersebut. Makin banyak orang yang ingin memiliki bisnis sendiri. Lalu sistem Network Marketing menjadi salah satu pilihan mereka.

Setelah melakukan riset di internet, banyak sekali artikel yang melarang kita untuk masuk ke dalam skema bisnis piramida. Tapi sebenarnya apa itu bisnis Piramida?

Skema Piramida disebut sebagai suatu sistem yang tidak sah dimana banyak orang yang berada pada lapisan terbawah membayar sejumlah uang kepada sejumlah orang yang berada di lapisan piramida teratas. Setiap anggota baru membeli peluang untuk naik ke lapisan teratas dan mendapat keuntungan dari orang lain yang bergabung kemudian.

Lalu bagaimana beda skema piramida dengan skema Network Marketing?

Kalau dilihat dari luarnya saja, sebenernya sama-sama memiliki struktur piramida kan? Karena dalam Network Marketing pun kita dapat dibilang sukses bila kita bisa membangun jaringan sebesar-besarnya.

Tapi mengapa dalam bisnis Network Marketing struktur piramida tersebut menjadi sah?

Jawaban kunci untuk pertanyaan ini adalah NILAI. Dalam bisnis MLM yang sah ada NILAI yang bergerak ke atas dan ke bawah. Seorang yang baru bergabung akan menyetorkan sejumlah untuk UNTUK mendapatkan sejumlah barang. Bisnis yang sah akan menekankan dalam pergerakan NILAI ini.

Dalam skema piramida yang tidak sah, tidak ada NILAI yang bergerak ke bawah. Seandainya pun ada, itu hanya sebagai kedok saja.

Contoh aturan skema piramida yang tidak sah:

1. Biaya Pendaftaran keanggotaan berikut paket produk, sangat mahal;
2. Harga dari produk-produknya tidak masuk akal;
3. Sistim dibuat menyerupai Penjualan Berjenjang;
4. Imbalan diberikan berdasarkan tersusunnya jaringan berbentuk piramida dengan jumlah orang dalam format tertentu, fokus pada rekruting, bukan penjualan;
5. Anggota dibatasi untuk memiliki jumlah downline langsung yang telah ditentukan, dan anggota diberi kebebasan untuk memiliki lebih dari satu posisi;
6. Masa keanggotaan kadangkala berlangsung sampai format tertentu;
7. Program pemasaran skema piramida sangat rumit dan susah dipelajari;
8. Tidak ada pelatihan khusus untuk anggotanya yang membahas tuntas mengenai produk;

Jadi bisa kita lihat dalam contoh di atas, kalau dalam skema piramida yang tidak sah, tidak ada NILAI yang bergerak ke bawah. Ini berarti tidak ada produk sah yang dijual. Sistem ini hanya 'mempergunakan' struktur piramida untuk memperoleh uang dari mereka yang bergabung belakangan.

Sebagai pelaku bisnis MLM, kami sering kali mendapatkan pertanyaan: Apakah bisnis anda ini termasuk sistem piramida? Bila kami tanya kembali: Menurut anda apa itu bisnis piramida? Kebanyakan dari mereka menjawab dengan tidak pasti, seperti: Ya.. katanya sih bisnis piramida itu bisnis yang tidak sah (illegal) dan unsur penipuannya.

Hal-hal seperti ini yang lalu mencoreng nama bisnis Network Marketing yang sah. Karena ketidak tahuan mereka atas apa sebenarnya bisnis piramida itu.

Coba sekarang kita lihat sebuah kantor pada umumnya. Di posisi paling atas ada seorang Chief Executive Officer (Owner), lalu ada Dewan Direksi, kemudian beberapa Manajer, dan lalu staff biasa. Paling banyak orang berada dalam level staff biasa. Siapa yang paling banyak melakukan pekerjaan? Staff biasa jawabannya. Siapa yang paling banyak mendapatkan uang? Presiden Direktur tentunya.
Contoh : Bandingkan penghasilan yang di peroleh Bill Gates dengan seorang staff biasa di Microsoft.
Apakah kantor ini menganut sistem piramida? Apakah orang yang melamar kerja di kantor tersebut akan bertanya: Apakah kantor anda ini termasuk sistem piramida?

Strukturnya memang piramida, tetapi ada NILAI yang bergerak. Ada "produk" yang dihasilkan oleh para Staff, ini lah nilai yang bergerak ke atas, dan para staff mendapatkan upahnya, inilah nilai yang bergerak ke bawah.

Sekarang coba kita bandingkan dengan bisnis Network Marketing yang menganut struktur piramida yang sah. Dalam bisnis piramida yang sah, orang2 yang berada di level bawah adalah orang yang berada di level atas dari piramida mereka, dan apabila mereka pandai dalam menjalankan strategi marketingnya, mereka akan menerima pendapatan lebih banyak di bandingkan orang2 yang berada di level atas mereka.

Mereka yang melakukan pekerjaan lebih baik akan mendapat pendapatan lebih banyak. Dengan kata lain apa bila anda tidak melakukan penjualan, dan tidak membantu downline anda untuk melakukan penjualan, anda tidak akan menerima apa-apa.

Jadi, dalam bisnis yang menganut struktur piramida yang sah, dimanapun posisi anda, anda akan memiliki kesempatan yang sama dengan anggota lainnya, untuk menjadi "CEO (Owner)" dari bisnis anda. Lebih adil bukan?



Ali Indradjit
The Future Belong to Those Have Seen before it became Obvious
http://www.dbc-network.biz/?id=indrajid