Thursday, February 10, 2011

Ray White Gandaria Property call 7204568

KeiPro mengusung Trade Mark Ray White Gandaria untuk memberikan pelayanan sebagai Real Estate Agent. Kami paham bahwa dengan menggunakan nama Ray White sebagai Works Images, kami dituntut untuk menjadi the most dominant agent in every market places. Untuk menjadi dominant agent, diperlukan orang2 yang memiliki rasa antusias untuk bekerja dengan optimum dibidang property. Kami yakin bahwa profesi yang terhormat ini bisa membuat para Marketing Executive menjadi Praktisi Agen property yang mandiri. Kami Ray White Gandaria Property akan mensupport setiap aktivitas yang memiliki nilai tambah bagi ME dan kantor kami.

•Principal: Norick Indradjit
•Ray White Gandaria Properti
•Jl. Gandaria Tengah III/19A
•Kebayoran Baru
•Jakarta Selatan 12130
7204568
•http://www.keiproperty.com
•norick.indradjit@raywhite.co.id
•norick@keiproperty.com

Ray White Gandaria Property membutuhkan orang yang antusias untuk menjadi Marketing Executives di sektor Real Estate. Seorang ME memiliki potential income 50% – 80% dari total komisi. Coba dibayangkan, trade area kami memiliki banyak Property yang harganya melebihi 2 milyar rupiah. Seandainya kita bisa melakukan transaksi 1x dalam sebulan, maka 2,5% dari 2 milyar rupiah adalah Rp. 50 juta rupiah he he he, lumayan buat makan mie ayam di Bakmie Kebayoran.

Agent Property Ray White adalah sebuah profesi yang terhormat dan telah melalui proses training dari Ray White Indonesia. Dengan bergabung bersama team kami, anda akan yakin bahwa Ray White Works akan selalu support bisnis anda. Bila anda memiliki keinginan untuk menjadi Property Agent sebagai profesi utama, maka anda bisa menghubungi dan bergabung bersama kami.


Salam Antusias

Norick Indradjit
720 4568

Monday, July 21, 2008

Pasar Modal lagi ...

Sudah hampir dua minggu Indeks Harga Saham Gabungan turun , dan sampai menyentuh 2100 an. Penurunan yang signifant ada pada saham2 pertambangan dan perkebunan, dan juga sektor keuangan.

Pada dasarnya Saham2 Pertambangan & Perkebunan memang adalah bisnis yang relatif High Risk...., namun karena selama 2 tahun ini mengalami apresiasi yang cukup tinggi maka banyak orang yang melupakan Risk Profil dari industri ini. Dalam kondisi yang agak tertekan seperti ini, sudah sepantasnya bila saham2 defensif akan lebih menarik untuk di beli atau ditahan.

tapi gimana ya...wong uangnya udah buat beli saham tambang dan kebun....lalau mau beli pake apa? minjem ...gile aje,

sabar2....coba perhatikan saham yang lain.......lalu kita siapkan pelor dan gunakan aset alocation.

salam

http://www.dbc-asset.com
http://www.intra-herbal.com

Thursday, February 28, 2008

Resep Ikan

Saya punya temen namanya DiniShanti, kemarin ini dia ngirim email dan menginformasikan bahwa dia kerja sama dengan anak Yogya yang doyan makan. Eh banyak dong kalau gitu. Maksud dia .....yang memiliki web tentang bermacam2 resep masakan.

DiniShanti & wayao siapa ya namanya, mereka bekerja sama untuk memasarkan Ebook yang ditulis oleh anak yogya/kaliurang dan dijual melalui affiliate marketingnya DiniShanti. hm betul2 suatu kerjasama yang cocok.

Nah, karena gue penggemar makan ikan, gue beli dah tuh ebook dan nantinya akan gue suruh istri dan orang rumah untuk memasak makananan yang paling enak.....
Click & buy ya http://resepsedap.com/?id=Warisan

salamat makan

Wednesday, February 13, 2008

Permalasahan Bank Indonesia

  1. BLBI yang dilakukan untuk mengatasi kondisi perbankan saat krisis terjadi, sehingga perekonomian indonesia tidak sampai hancur sama sekali, justru membawa ikutan masalah terkait penyelesaiannya yang berlarut antara BI, pemerintah dan DPR. BLBI adalah keputusan pemerintah, dan BI saat BLBI disalurkan masih bagian dari pemerintah. Sehingga tanpa penyelesaian politis dari pemerintah dan DPR, APBN jelas masih dalam lampuh merah karen aharus menanggung beban penalihan BLBI sebesasr Rp 144 trilyun. Semula BLBI 144,5 triliun menjadi kewajiban APBN, berupa floating SUP dengan indeks inflasi, tapi tidak diakui BPK sehingga timbul status disclaimer pada neraca BI. Status disclaimer pada neraca BI selama beberapa tahun sebelum BLBI dapat diselesaikan menjadi nilai minus kepercayaan dunia international atas kredibilitas negeri ini.
  2. Walaupun penyaluran BLBI oleh BI dilakukan berdasarkan keputusan Pemerintah karena saat itu BI masih menjadi bagian pemerintah namun Direksi BI justru yang diadli karena penyaluran BLBI tsb. Namun proses hukumnya tetap diikuti namun sayangnya berlarur-larut sehingga mempengaruhi kredibilitas bank sentral.
  3. Di sisin lain, belum adanya pemahaman atas peran dan tugas bank sentral sesuai UU BI 23/1999 memunculkan amandemen UU BI dengan pembahasan yang berkepanjangan. Terutama terkait dengan masalah independensi BI yang banyak disalahtafsirkan, terutama bagi masyarakat umum. Belum lagi, hapir 200 maeri yang pending dalam revisi UU BI menjadi ajang pembahasan yang panjang.

bersambung

Norik Indradjit

Dana Bantuan Hukum & Diseminasi Kebijakan BI

Kondisi pasca krisis ekonomi sampai sebelum tahun 2003 masih jauh dari upaya pemulihan (inflasi mencapi 11,8% pada tahun 2002 dan pertumbuhan masih rendah, sekitar 3,7% pada tahun 2002). Jauh berbeda dari negara tetangga yang telah mulai pulih. Di tengah kondisi seperti itu, harapan agar Bank Indonesia berperan banyak menyelamatkan perekonomian sesuai amanat UU BI yang baru, tak dapat dijalankan secara optimal. Hal ini akrena adanya permasalahan struktural seperti laporan keuangan yang statusnya Disclaimer, karena belum tercapainya kesepakatan beban BLBI antar BI dan Pemerintah, serta masalah persepsi bahwa kebijakan BLBI adalah kebijakan yang "wrongdoing"oleh BI atau personal mantan direksi BI.
Untuk mengembalikan kepercayaan dunia internasional dan melakukan pemulihan ekonomi, berbagai masalah yang menggelayuti BI perlu segera dituntaskan. Kebijakan pemberian bantuan hukum dan melakukan diseminasi merupakan bagian upaya agar usaha BI mendorong pemulihan ekonomi dapat terwujud. Pembahasan kebijakan ini dimulai sejak kepemimpinan BI oleh Syahril Sabirin dan dilanjutkan kemudian oleh Burhanudin Abdullah.
Kestabilan dan pertumbuhan ekonomi yang tercipta selam lima tahun belakangan ini boleh jadi tak akan pernah ada, bila upaya pemulihan kepercayaan itu tak dilakukan.
sumber: overview press conference Gubernur BI
posting oleh indradjit

Monday, January 22, 2007

Ciri2 Pengusaha Network Marketing

Ciri2 Pengusaha Network Marketing
Entrepreneur bukanlah bakat ataupun suatu sifat yang melekat dibawa sejak lahir. Dan juga bukan faktor keturunan. Pada prinsipnya sifat entrepreneur tersebut dapat dibentuk maka dia akan memiliki lima sifat pokok seorang entrepreneur di bawah ini.

A. Self-starter (Memicu diri)Ciri orang ini tidak hanya duduk, merenungkan dan memikirkan segala hal, dan tidak mengambil tindakan yang harus dilakukan. Melainkan memutuskan untuk melakukan tindakan dan melakukannya. Ciri orang ini punya motivasi kuat untuk bertindak dan melakukan segala sesuatu. Sebagai contoh, jika anda butuh memiliki website sendiri, tetapi punya penghasilan terbatas untuk membayar perusahaan pembuat web design yang akan membuat situs Anda. Seorang yang memiliki pemicu diri akan bekerja mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan web design. Akhirnya dia akan memiliki sebuat website yang telah dikembangkan sendiri. Salah satu ciri seorang yang pemicu diri adalah mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dan dapat menerima semuanya.

B. Self-motivated (Motivasi diri)Ciri ini punya banyak motivasi dan dorongan. Sebab setiap orang adalah individu yang unik. Lagipula motivasi seseorang berbeda dengan motivasi orang lain. Sebagai contoh motivasi Anda memulai sebuah home business adalah hanya untuk mendapatkan 500 - 1000 dollar perbulan atau 10 ribu - 20 ribu per bulan. Motivasi juga bisa hanya bekerja bisa mendampingi perkembangan anak atau mendapatkan penghasilan dari bekerja di rumah. Tingkat motivasi adalah sebuah ukuran yang tegantung pada tujuan dan tingkat komitmen. Berapa besar mimpi anda ?

C. Creative (Kreatif)Individu kreatif punya banyak ide besar. Mereka biasanya datang dengan ide-ide besar dan solusi pemecahan masalah. Banyak ide mereka sering menghasilkan dari cara mendengarkan dan mengamati pebisnis lain. Mereka fokus pada pemecahan masalah daripada bingung terhadap tantangan.Sebagai contoh, jika anda mempunyai anggaran iklan yang terbatas, Anda akan berusaha menemukan media iklan gratis yang tersedia atau mengatur bagaimana membuat iklan dengan dana yang terbatas. Ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda ketimbang mengeksploitasi program iklan Anda. Tapi dengan kreatifitas sendiri, anda akan mempunyai pengetahuan dari riset, baik melalui downline maupun melalui pakar penjualan. Ini akan memecahkan masalah dan menciptakan pendaptan tambahan.

D. Self Disciplined (Disiplin diri)Orang yang punya disiplin diri tidak hanya berdiri menghormati orang lain, dan mengatakan apa yang mereka katakan tentang apa, bagaimana dan kapan harus melakukan. Mereka tidak butuh seseorang yang mengatakan dirinya harus melakukan sesuatu. Mereka dapat menentukan apa yang harus dilakukan, kemudian menyusun waktu untuk melakukannya. Mereka tidak mudah berkecil hati. Mereka tidak mengartikan semua kesalahan sebagai tanda kegagalan, tetapi menerima dan menggunakannya sebagai alat belajar dan kebangkitan. Kalau sebuat bisnis mungkin gagal dan banyak yang gagal ketika pertama kali memulai sesorang yang mempunyai disiplin diri tidak akan menerima kegagalan. Mereka belajar dari kesalahan dan menggunakan sebagai landasan dari keberhasilan.

E. Self-Reliance (Kepercayaan diri)Orang yang punya kepercayaan diri adalah orang yang merdeka. Mereka tidak berpikir tentang pengorbanan saat belajar, sehingga memilih untuk melakukan tugasnya ketimbang tergantung pada orang lain untuk melakukannya. Ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka secara alami dan merasa senang mencari tahu tentang hal itu, bertanya dan meminta nasehat. Mereka mengakui bahwa tidak seorang pun mampu melakukan semua hal seorang diri dan tidak seorang mengetahui segala hal. Mereka biasanya mempunyai dukungan kuat dari jaringan, keluarga dan teman yang memberikan nasehat obyektif yang mereka butuhkan.Orang yang percaya diri, tidak selalu tetapi biasanya mempunyai keinginan untuk mengambil “risiko yang diperhitungkan”. Mereka berhati-hati menghadapi situasi sebelum menghadapi suatu hal.Mereka percaya bahwa sukses berada di tangan mereka. Mereka percaya seseorang dapat belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan. Sebaliknya bekerja keras untuk berhasil, menentang kepercayaan segala sesuatu adalah “suratan takdir”. Mereka terfokus pada keberhasilan ketimbang kegagalan. Mereka mencari sisi positif dari tantangan. Mereka tidak melihat dunia sebagai tempat dimana mereka dapat memberi dan menyumbangkan kontribusi.Sebagai seorang entrepreneur MLM, anda dapat beradaptasi. Anda dapat menemukan diri Anda sendiri dengan menggunakan berbagai cara : sebagai penjual, promosi, humas, motivator, sponsor, web master dan sebagainya. Anda tidak takut pada kesempatan, terbuka dan fleksible. Keberhasilan bisnis tidak hanya dibangun dalam satu malam, tetapi lewat usaha berkali-kali. Sebagai seorang entrepreneur MLM anda harus punya keinginan ekstra, tetap berusaha membangun organisasi bisnis yang berhasil. Anda mempunyai keinginan untuk mengambil tantangan kesempatan menjadi seorang leader.Keseluruhan dari semua ciri itu, seorang entrepreneur adalah seorang yang berpikir positif.

Kita semua dapat mengembangkan ciri-ciri kekuatan karakter tersebut.Artikel ini di copy dari Elite Team Marketing Artikel Member di Indonesia (M.LM Magazines)

Posting by:Ali Indradjit ....... Rencanakan Warisan anda pada hari pertama anda bekerja

Ciri2 Pengusaha Network Marketing


Entrepreneur bukanlah bakat ataupun suatu sifat yang melekat dibawa sejak lahir. Dan juga bukan faktor keturunan. Pada prinsipnya sifat entrepreneur tersebut dapat dibentuk maka dia akan memiliki lima sifat pokok seorang entrepreneur di bawah ini.

A. Self-starter (Memicu diri)Ciri orang ini tidak hanya duduk, merenungkan dan memikirkan segala hal, dan tidak mengambil tindakan yang harus dilakukan. Melainkan memutuskan untuk melakukan tindakan dan melakukannya. Ciri orang ini punya motivasi kuat untuk bertindak dan melakukan segala sesuatu. Sebagai contoh, jika anda butuh memiliki website sendiri, tetapi punya penghasilan terbatas untuk membayar perusahaan pembuat web design yang akan membuat situs Anda. Seorang yang memiliki pemicu diri akan bekerja mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan web design. Akhirnya dia akan memiliki sebuat website yang telah dikembangkan sendiri. Salah satu ciri seorang yang pemicu diri adalah mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dan dapat menerima semuanya.

B. Self-motivated (Motivasi diri)Ciri ini punya banyak motivasi dan dorongan. Sebab setiap orang adalah individu yang unik. Lagipula motivasi seseorang berbeda dengan motivasi orang lain. Sebagai contoh motivasi Anda memulai sebuah home business adalah hanya untuk mendapatkan 500 - 1000 dollar perbulan atau 10 ribu - 20 ribu per bulan. Motivasi juga bisa hanya bekerja bisa mendampingi perkembangan anak atau mendapatkan penghasilan dari bekerja di rumah. Tingkat motivasi adalah sebuah ukuran yang tegantung pada tujuan dan tingkat komitmen. Berapa besar mimpi anda ?

C. Creative (Kreatif)Individu kreatif punya banyak ide besar. Mereka biasanya datang dengan ide-ide besar dan solusi pemecahan masalah. Banyak ide mereka sering menghasilkan dari cara mendengarkan dan mengamati pebisnis lain. Mereka fokus pada pemecahan masalah daripada bingung terhadap tantangan.Sebagai contoh, jika anda mempunyai anggaran iklan yang terbatas, Anda akan berusaha menemukan media iklan gratis yang tersedia atau mengatur bagaimana membuat iklan dengan dana yang terbatas. Ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda ketimbang mengeksploitasi program iklan Anda. Tapi dengan kreatifitas sendiri, anda akan mempunyai pengetahuan dari riset, baik melalui downline maupun melalui pakar penjualan. Ini akan memecahkan masalah dan menciptakan pendaptan tambahan.

D. Self Disciplined (Disiplin diri)Orang yang punya disiplin diri tidak hanya berdiri menghormati orang lain, dan mengatakan apa yang mereka katakan tentang apa, bagaimana dan kapan harus melakukan. Mereka tidak butuh seseorang yang mengatakan dirinya harus melakukan sesuatu. Mereka dapat menentukan apa yang harus dilakukan, kemudian menyusun waktu untuk melakukannya. Mereka tidak mudah berkecil hati. Mereka tidak mengartikan semua kesalahan sebagai tanda kegagalan, tetapi menerima dan menggunakannya sebagai alat belajar dan kebangkitan. Kalau sebuat bisnis mungkin gagal dan banyak yang gagal ketika pertama kali memulai sesorang yang mempunyai disiplin diri tidak akan menerima kegagalan. Mereka belajar dari kesalahan dan menggunakan sebagai landasan dari keberhasilan.

E. Self-Reliance (Kepercayaan diri)Orang yang punya kepercayaan diri adalah orang yang merdeka. Mereka tidak berpikir tentang pengorbanan saat belajar, sehingga memilih untuk melakukan tugasnya ketimbang tergantung pada orang lain untuk melakukannya. Ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka secara alami dan merasa senang mencari tahu tentang hal itu, bertanya dan meminta nasehat. Mereka mengakui bahwa tidak seorang pun mampu melakukan semua hal seorang diri dan tidak seorang mengetahui segala hal. Mereka biasanya mempunyai dukungan kuat dari jaringan, keluarga dan teman yang memberikan nasehat obyektif yang mereka butuhkan.Orang yang percaya diri, tidak selalu tetapi biasanya mempunyai keinginan untuk mengambil “risiko yang diperhitungkan”. Mereka berhati-hati menghadapi situasi sebelum menghadapi suatu hal.Mereka percaya bahwa sukses berada di tangan mereka. Mereka percaya seseorang dapat belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan. Sebaliknya bekerja keras untuk berhasil, menentang kepercayaan segala sesuatu adalah “suratan takdir”. Mereka terfokus pada keberhasilan ketimbang kegagalan. Mereka mencari sisi positif dari tantangan. Mereka tidak melihat dunia sebagai tempat dimana mereka dapat memberi dan menyumbangkan kontribusi.Sebagai seorang entrepreneur MLM, anda dapat beradaptasi. Anda dapat menemukan diri Anda sendiri dengan menggunakan berbagai cara : sebagai penjual, promosi, humas, motivator, sponsor, web master dan sebagainya. Anda tidak takut pada kesempatan, terbuka dan fleksible. Keberhasilan bisnis tidak hanya dibangun dalam satu malam, tetapi lewat usaha berkali-kali. Sebagai seorang entrepreneur MLM anda harus punya keinginan ekstra, tetap berusaha membangun organisasi bisnis yang berhasil. Anda mempunyai keinginan untuk mengambil tantangan kesempatan menjadi seorang leader.Keseluruhan dari semua ciri itu, seorang entrepreneur adalah seorang yang berpikir positif.

Kita semua dapat mengembangkan ciri-ciri kekuatan karakter tersebut.Artikel ini di copy dari Elite Team Marketing Artikel Member di Indonesia (M.LM Magazines)

Posting by:Ali Indradjit ....... Rencanakan Warisan anda pada hari pertama anda bekerja

http://www.dbc-asset.com


Thursday, June 15, 2006

Soekardjo Isnomo....in memory

Seuntai embun di ujung rumput...
Pucuk menjulai urung menjumput...
Soekardjo Isnomo dalam kenangan...
Menantang kemenangan.....
Wujud sosok jantan sejati...
Prinsip dipatok harga mati...
Sekali melangkah tak tersurut...
Tegar pantang menekuk lutut...
Ibarat lilin membakar diri...
Sampai tiba saat diakhiri...
Kala nyala api dipadamkan...
Tak lagi pancarkan kehidupan...
Seperti sungai mengalir jauh...
Akhirnya juga mencapai laut...
Selamat jalan saudaraku......

Wim Dompas
Manado, 27 Mei 2006


Langkahnya menjadi jejak
Jabat eratnya bawa harapan
Tuturnya Terukir Makna
Bayangannya Pun Melindungi
Kini....
Gurat Senyum Penuh Maaf itu Tinggal Kenangan
Semoga Allah SWT memberi tempat yang mulia
bagi Almarhum Soekardjo Isnomo atas segala
keikhlasan beliau meninggalkan makna di dunia ini...
Amin...

Jakarta, 27 Mei 2006,
Dian Korompot

Monday, June 13, 2005

Prepare For a New Business or Industry

Apa kiatnya Ray Gilmartin, Pemimpin Merck untuk masuk ke Industri, Bisnis or Pekerjaan bagu? :.

"Know and Develop Yourself"
Sebelum mengenal dan mempelajari bisnis tersebut, terlebih dahulu Anda perlu mengenal diri sendiri.

Kenali nilai. Nilai-nilai yang Anda anut berfungsi seperti kompas bagi segala tindakan dan keputusan yang Anda ambil. Jadi, Anda perlu mengenal apa nilai-nilai yang Anda anut (misalnya: kemanusiaan, kejujuran, kerja keras). Jika dihadapkan pada dilema dalam mengambil keputusan, nilai-nilai ini akan menjadi acuan utama. Jika Anda telah mengenal nilai-nilai pribadi Anda dan telah sejalan dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan dan tim kerja Anda, maka pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan lebih lancar. Hubungan kerjapun akan menjadi lebih kompak dan harmonis.

Kenali SWOT. Setelah menggali ke dalam, Anda perlu melihat kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), kesempatan yang mungkin Anda raih (opportunity) dan tantangan yang harus Anda hadapi (threat/challenges). Identifikasi dan kenali dengan baik keempat area ini agar Anda bisa memutuskan langkah pengembangan diri dan team yang harus Anda lakukan.

Kembangkan Diri. Sehandal apa pun Anda, seberapa banyak pun pengetahuan yang Anda miliki, selalu saja ada kesempatan yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan diri karena dunia berubah dengan cepat, pengetahuan berkembang, teknologi cepat berubah. Jadi, jangan pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri. Pengembangan diri bisa dilakukan dalam berbagai cara:
-.Membaca, Berdiskusi dengan teman seprofesi maupun dengan orang lain dari industri yang berbeda , mengikuti pelatihan, seminar dan workshop, ataupun sekedar melakukan pengamatan lingkungan (observasi) dan riset. Nah, Anda tinggal memilih kombinasi mana yang paling tepat untuk Anda. Pastikan bahwa Anda terus berkembang.


"Know and Develop Your People"
Sulit bagi seseorang untuk meraih sukses dengan upaya sendiri. Untuk
itu diperlukan bantuan banyak orang lain. Nah, siapa yang bisa
membantu Anda dan apa yang bisa mereka bantu?

Belajar dari mereka. Terlebih dahulu Anda perlu mengenal orang-orang yang akan Anda ajak bekerja sama. Orang-orang ini perlu Anda kenal dengan baik. Untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda, terlebih dahulu Anda perlu belajar dari mereka: bertanya apa yang menjadi kepedulian mereka, berdiskusi mengenai cita-cita dan tantangan yang mereka hadapi, ataupun meminta pendapat mereka.

Beri mereka kesempatan belajar. Dari hasil diskusi dan pengenalan dengan orang-orang yang akan Anda ajak bekerja sama, Anda bisa mengenal mereka lebih jauh untuk menentukan apa yang mereka perlukan untuk mengembangkan diri. Bekerja dengan karyawan yang handal akan memudahkan pekerjaan Anda. Anda tinggal memberi pengarahan dan melakukan monitoring, sementara Anda bisa mengerjakan hal-hal lain untuk mengembangkan perusahaan lebih lanjut.

Bekerja sama dan saling menguatkan. Selanjutnya kita bisa melanjutkan kerja sama dengan mereka dan saling menguatkan. Dalam sebuah kerja sama kedua pihak perlu merasa mendapat keuntungan (win-win). Jadi, pastikan bahwa dalam kerja sama Anda bisa mengoptimalkan kontribusi rekan kerja terhadap kerja sama. Sebaliknya, Anda juga perlu membuat rekan kerja melihat dan menyadari bahwa dengan bekerja sama dengan Anda, mereka memang mendapat manfaat.

"Know and Develop Your Businesses"
Setelah perangkat utama disiapkan (pengenalan dan pengembangan diri sendiri dan orang lain), perangkat berikutnya yang perlu mendapat perhatian adalah usaha yang akan Anda jalankan.

Tentukan tujuan. Setiap usaha didirikan tidak semata-mata untuk tujuan financial, tetapi yang lebih penting dari itu. Para Pemimpin Bisnis besar yang perusahaannya bisa bertahan puluhan tahun bahkan ratusan tahun ternyata memiliki tujuan bisnis yang lebih berharga dari uang. Mereka berpendapat, jika tujuan bisnis lebih mulia dari uang, maka selain tujuan bisnis akan diperoleh, uang dengan sendirinya juga akan mengikuti. Tujuan ini mereka komunikasi secara intensif pada mitra kerja mereka sehingga mitra kerja yakin bahwa secara bersama bisa meraih tujuan tersebut.

Susun Master Plan. Tujuan bisnis yang telah ditetapkan bisa dijadikan pedoman untuk menyusun master plan untuk bisnis yang akan dijalankan dan dikembangkan.

Susun prioritas. Dalam pengembangan bisnis memang banyak hal yang harus dilakukan, tetapi tentunya akan sulit melakukan semuanya secara bersamaan. Untuk itu perlu disusun prioritas agar bisa lebih fokus. Dengan fokus yang tepat, energi, dan sumber daya bisa lebih diberdayakan untuk hasil yang lebih optimal.

Posting by Ali Indradjit,
Dini Business Chain