Sunday, March 15, 2015

Rumah di Jl Cililin, Jakarta Selatan

Tampak Depan

 Property ini dijual !!

Berada di kecamatan kebayoran baru, kotamadya jakarta selatan dan Propinsi Jakarta Raya

Menurut hasil penerawangan, nilai tanah property disini sudah lebih dari 40 juta/m2.



Ruang Makan + Family
Kepemilikannya adalah Freehold dan biasanya disewakan kepada orang yang senang berdekatan dengan SCBD dan lain sebagainya.

To be the most dominant special agent....

http://www.rumah123.com/detil-agen-properti-48979-1-id.html
KEI Realty adalah wadah komunitas agent properti yang berkumpul di jalan ciranjang, Kebayoran Baru. Jakarta Selatan. Laman kami juga dapat dilihat di http://www.keiproperty.com. Saat ini total anggota komunitas kami berjumlah 8 orang. Cukup sedikit, namun kami yakin, suatu saat akan bertambah jumlahnya seiring dengan pertumbungan business kami. 

Kami memiliki fokus pada Pelayanan bagi client yang mau menggunakan jasa kami. Memperbanyak referensi itulah goal awal. 

Walking you through the Process

Norik Indradjit

Wednesday, January 14, 2015

Best Practice about to changes.

Best practice yang sudah dijalankan Pemerintah kita akan berubah di sektor perikanan, transportasi dan pembangunan infrastructure.

Alokasi anggaran untuk pangadaan BBM Premium or Ron88 akan dirubah menjadi Pembangunan 49Bendungan, Pembangkit Listrik 35ribuMegawatt, Pembangunan Pelabuhan, Airport dan Tol Laut.  Benarkah?Best Practice yang sudah dijalankan sejak lama terhadap pengadaan BBM Premium telah berakhir.  Saat ini akan berlaku best practice yang baru, yaitu perubahan alokasi anggaran ke pembangunan infrastructure. 

Best Practice yang dijalankan kementrian Perikanan dengan penerapan azas prosedural hukum dirubah menjadi... tenggelamkan kapal asing yang mencuri di perairan Nusantara ini.  Bila masuk tanpa ijin saja sudah melanggar kedaulatan, kok membawa hasil laut kita harus diproses secara panjang lebar ya. Nah ini yang namanya perubahan best practice.
Kalau ada yang komplain, silahkan saja jangan dilarang. Lirik aja sekilas.

Best Practice di Kementrian Perhubungan akan berubah juga. Luar biasa. Semuanya menggunakan azas logika dari mentri yang baru. Best Practice about to changes.
 

Lets hope Indonesia Getting Better.

Norick Indradjit
Realtor Jakarta

Monday, January 12, 2015

Merdeka at will

Merdeka sesuai kehendak masing2 perlu didasari oleh norma etika atau aturan agama. Mana yang dijadikan panutan. my question ini terinspirasi oleh serunya perbedaan pendapat ketika adanya serangan terhadap personel kantor pers di Paris, disusul dengan penyerangan kepada polisi, supermarket dan lainnya. Lalu ada sekolompok orang yang katanya lebih dari 1 juta orang berkumpul menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan kelompok teroris yang melakukan penyerangan/penyanderaan/pembunuhan sebelumnya. 

Mengerikan ketika melihat video 2 orang keluar dan masuk mobil dengan bersenjata laras panjang otomatis berkeliaran di jalanan kota. Mereka berpakaian serba hitam bertutup kelapa hitam dan ...dor dor.... Bayangkan kalau yang melakukannya adalah orang2 yang berseragam tentara resmi dan aktif melakukan terorising seperti itu di kota kita.   

Free at will. Kalau tentara/polisi memiliki Free at will dan diperlengkapi dengan senjata seperti itu, gimana jadinya? Kalau orang sipil dengan free at will dan diperlengkapi dengan senjata seperti itu, gimana jadinya? Perbedaanya dimana?  Terbayangkah tentara/polisi melakukan penyerangan seperti itu? Tidak. Terbayangkah sipil melakukan penyerangan seperti itu. Tidak. But both of them terjadi.
Kalau yang pertama terjadi di Paris dan dapat perlawanan dari masyarakat dunia. Kalau yang terjadi di sumatra antara polisi vs tentara ternyata tidak ada gerakan dari masyarakat untuk "menyumbat" Free at Will tersebut. Malah adanya wacana2 yang akan menjurus kepada keberpihakan. Padahal yang rugi kan civil society. Udah takut kalau mereka pake senjata, eh senjatanya boleh dipake semaunya.  Nonton film Nicholas Cage , yang dia memukul seorang bagajulan di bar ujung2nya dia masuk penjara. Karena penggunaan tangan utk memukul bagi anggota tentara sama dengan penggunaan pistol....

Siapa suruh orang membuat karikatur yang sudah jelas ditentang oleh banyak orang. Siapa suruh orang melakukan penembakan terhadap kartunis tersebut.   Keduanya didasarkan azas Free at Will atau independent, kebebasan beropini, kebebasan bertindak.   Mereka telah Mati. Ada yang mau menyusul?

Hehehe. Ini kok kayak story jaman roman empire, jenghiz khan, ancient persian, eye for an eye. soul for soul.  STOP. Sudahilah...., Gak usah bikin kartun2 yang tidak digemari bahkan dibenci oleh orang yang tidak mau melihatnya. Gak usah nenteng2 senjata terus nembakin orang semaunya dewe. Kebebasan berekspresi yang semena2 walaupun dilindungi oleh hukum yang berlaku, ternyata melanggar norma yang dianut masyarakat lainnya. Bikin karikatur saja tapi simpen didalam hati atau brankas.

Bagaimana kalau atas dasar kebebasan, semua menjadi sembarangan?  Jiaah kepanjangan nulisnya.

Merdeka Seutuhnya

Friday, January 09, 2015

PBB banyak yang belum bayar?

Saya mendapat informasi dari kawan2 dan kawannya kawan2 saya kalau lumayan banyak owner rumah di Jakarta yang belum membayar pajak PBB tahun 2014.  Apakah ini indikasi bahwa ada kesalahan strategi dalam pengenaan PBB ataukah kesalahan purely hanya milik Wajib Pajak?

Kenaikan Pajak di Jakarta bisa mendekati 100% atau lebih ya. Begitu yang saya dengar dan yang saya alami. Sebagai penduduk jakarta yang memiliki income tidak tentu, saya merasa heran dengan kbijakan penetapan PBB yang "katanya" mengejar harga pasar bila terjadi transaksi. Malah saya dengar katanya PBB kita kemurahan.  Saya pikir policynya sih sah2 saja, hanya terlalu polos.

Selain banyaknya jumlah penduduk yang memiliki pendapatan yang tinggi, namun perlu juga diketahui bahwa banyak pemilik rumah di tengah kota adalah pensiunan, anak2 pensiunan, penerima waris dan orang2 yang kerja tapi pas2an penghasilannya. Mau dibantu oleh Perencana keuangan model apapun, tetap aja perlu berhutang ataupun perlu penghasilan diluar gaji.

Dengan banyaknya orang yang belum bayar PBB, lalu dikenakan denda per bulan yang cukup mencekik...., apakah ini yang diharapkan oleh Government....., meningkatkan penghasilan melalui pajak dengan cara menjepit penduduknya sendiri............mhmmm ini cuma opini di blog saya doang lho. heheh, 

Salam
Norick Indradjit

My Intrasite

Bila ingin mengetahui lebih banyak tentang Juice Intra Herbal produk dari Lifestyles.net silahkan visit link ini ya.

Lifestyles Intra

If you have bad experienced, get over it.
Set a new proposition in your life, get through it

Get a life what you want.

Tuesday, December 23, 2014

PBB Pajak Bumi dan Bangunan di Jakarta

Kenaikan pajak bumi bangunan (pbb) di Jakarta 2013 ke 2014 drastis banget. Banyak yang mengalami kenaikan sampai 100%. Amazing ya.  Ada tiga argumentasi yang sering saya dengar ketika diharuskan membayar pajak yang besar ini. Tingginya Harga properti di Jakarta, Pelayanan pembangunan infrastruktur di Jakarta seperti road, electricity, water, telekomunikasi and public service. Dan Kebutuhan pemerintah atas target penerimaan selain export.

Sebagai salah satu orang yang memperhatikan pasar keuangan dan properti, saya cukup terkesan dengan pendekatan tersebut dan mencoba cukup memahami saja dengan argumentasi2 tersebut. Harga2 properti meningkat, maka orang harus membayar pajak lebih tinggi. Public Service yang meningkat maka harus bayar pajak yang tinggi, Membangun infrastructure yang berkualitas maka bayar pajak tinggi. Hanya kok mesti membayar PBB lebih tinggi. Tetap gak masuk nih.

Bukankah sudah banyak yang membayar pajak penghasilan melalui komponen gaji ketika mereka sudah bekerja di perusahaan, pemerintah dan lainya. Bukankah mereka sudah membayar Pajak/Perda ketika makan di restoran, Bukankah sudah membayar pajak ketika nyanyi di Karaoke. Bukankah sudah bayar pajak ketika parkir di gedung2 parkir. Beli Mobil, kena pajak, Beli Rumah kena pajak, Bayar iuran listrik, air pam, tellpon , handphone dan lain sebagainya kan sudah dicegat oleh pajak. Oh ya sorry saya belum paham bedanya antara Retribusi dengan Pajak. Tapi ya sudahlah, pokoknya Pungutan. Bagi pemilik perusahaan bila ingin deviden, kena pajak. 

Apakah ini bukan indikasi bahwa Orang yang tidak berpenghasilan besar, harus keluar dari jakarta. Banyak penduduk jakarta yang orangtuanya bertempat tinggal di jakarta dan mereka sebenarnya tidak punya penghasilan cukup untuk bayar pajak. Penghasilannya hanya cukup untuk struggle dengan sangat sedikit investasi/nabung. Nah dimana mereka berpijak/tinggal adalah satu2nya aset mereka.

Ada kawan yang melihat bahwa peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat atau daerah ketika masuk ke area penalti/pelanggaran. Maka akan terlihat bahwa apabila melanggar peraturan ini dan itu ..... dikenakan denda sebesar sekian rupiah.  Merokok di public area diancam akan didenda. Mengeluarkan anggota badan diancam akan didenda. Membuang sampah akan didenda. Melanggar peraturan lalu lintas akan didenda.   Haduuuuuh semuanya uang uang uang.

Melanggar jalur busway akan didenda sampai 500 ribu sampai 1 juta.  Bagi saya sih waaah luar biasa kapoknya. Jangan sampai terjadi deh. Bagi yang penghasilannya 5 juta sehari...., hmmm boleh dicoba tuh ..... paling kan ketahuan 1 banding 25 kali ya hehehe. Langgar aja, kalau ditangkep kan tinggal bayar. Enteng. Bagi yang sebulan gajinya 2 juta ......ya stress banget. Lalu apakah peraturan tersebut efektif? belum tentu.    Soalnya yang menyerobot jalur busway kan tidak memberitahu bahwa penghasilannya besar. Jadi ketika dia menyerobot, akan diikuti oleh supir2 yang bosnya kaya raya, setelah makin ramai, maka akan diikuti dengan bos2 bergaji 2 juta.  Begitu seterusnya. 

Aduh om, cari dong solusi penegakan hukum tanpa membebani rakyat ya. Memangnya kita yang punya mobil, mondar mandir pake kendaraan sudah pasti kaya?

Ya udah deh..., mau cari listing dulu yaa.

Wednesday, December 17, 2014

Real Estate or Real Property

Saya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Mappi (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia) dalam bahasa Inggrisnya lebih dikenal dengan nama Indonesian Society of Appraisers. Pelatihan tersebut dilakukan sekitar tahun 2012 atau awal 2013.  Seorang Penilai Pendidik memberikan penjelasan tentang terms dari Real Estate dan Properti. Saya yang kebetulan datang terlambat 5 menit langsung mendapat pertanyaan lugas dari beliau.

Nah, ini bapak namanya siapa yang baru datang..., sambil bercanda dia berkata' Kalau hari pertama sudah berani terlambat berani sudah ngerti artinya Real Estate. Hehehe. Pak, apa yang terlintas oleh orang awam ketika mendengar kata Real Estate? ..... sambil meletakan tas, saya menjawab kumpulan rumah2 yang mewah heheh....., benar sekali hehehe.   Lalu apa yang terlintas ketika mendengar kata Properti ............, dengan ringkas saya menyebut.... hak kepemilikan atas suatu barang.  ... tepat sekali hehehe. Ngawur tapi sedikit nyerempet.

Saya enggan untuk menjelaskan per definisi karena memang tidak hafal. Namun yang saya pahami dari pengajar yang pandai tersebut adalah sebagai berikut:

Real Estate : Physical dari sebuah Real Properti yaitu  tanah, rumah, hotel, mal, gedung kantor dllsb.

Properti:  Hak untuk menguasai, membangun, menggunakan, menyewakan, menjual atas Real Estate.

Nah lumaayan jelas kan, mengapa saya lebih senang disebut Realtor, Agent Properti ataupun Broker Property.  Cukup berbeda dengan yang disebut Real Estate Agent or Broker walaupun secara prinsipnya adalah sama.

Real Property Agent

Realtor di Kelurahan Rawa Barat

Posko KEI Realty berada di jalan Ciranjang, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru. Goals kami adalah menjadi salah satu agen properti yang direkomendasikan kelurahan ini. Team kami saat ini berjumlah 7 orang saja namun aktif dan memiliki komitmen untuk melakukan Jasa sebagai broker properti. Kami pernah mengikuti pelatihan di salah satu brand broker yang cukup terkenal.

Ini nama2 jalan yang merupakan area Kelurahan Rawa Barat:
Jalan Gunawarman, Wolter monginsidi, Ciawi, Cipayung, Ciragil Kertanegara, Citayam, Ciomas, Cipanas, Ciranjang, Ciasem, Cikatomas, Ciniru, Cibeber yang posisinya berada di barat jalan Suryo. Sedangkan yang disebelah Timur jalan Suryo adalah Lapangan Blok S, laksana, senayan, birah, suren, bakti, kebalen, rengas, turi, poncol dan jalan Suryo itu sendiri.

Berikut ini nama2 konsultan kami yang aktif:

  1. Norik Indradjit
  2. Ugi hasim
  3. Zully Surianingrat
  4. Penny Pratikno
  5. Hendrik Jonatan
  6. Agung Mahatani
  7. Waliandhra

Ada 4 agent lagi yang saat ini secara formal masih merupakan anggota kami namun sudah lama tidak aktif, kami masih menunggu mereka melakukan bisnisnya sendiri yaitu Alwi, Sam, Tono dan Riza. Agent Properti Kelurahan Rawa Barat.

Tuesday, December 16, 2014

KEI Realty or Property?

Ketika menentukan nama KEI Properti, totally yang saya ingat adalah namanya mesti berbahasa Indonesia. Namun ketika memilih domain name, saya menggunakan kata keiproperty.com karena saya pikir walaupun orang Indonesia tetap masih banyak yang menggunakan ejaan dalam bahasa inggris. Jadilah saya menggunakan  property dan properti dalam site untuk tag di search engine. 

Setelah menjalankan bisnis ini sekitar 4 tahunan, saya mengikuti sebuah training yang dalam salah satu materinya tentang dasar2 properti. 
Dijelaskan tentang perbedaan antara Real Estate dengan Properti.   Lalu dijelaskan pula tentang Real Properti dengan Personal Properti. Furthermore, saya mendapatkan penjelasan pula tentang Personalty dan Realty ...., Personalty is Personal Property sementara Realty merupakan Real Property.  Wah wah nambah pengetahuan jadi menambah TAG baru untuk nama komunitas broker saya. KEI Realty...., KEI Real Property. Seru kan. Banyak orang sih yang lebih senang dengan googling untuk nambah informasi dan pengetahuan baru. Namun saya masih tetap memilih untuk masuk ke kelas atau buy books.

Norick Indradjit
Likes Facebook